Sabtu, 30 Juli 2011

RUH RAMADHAN DALAM KELAHIRAN BANGSA



“Allahu Akbar….Allahu Akbar…. Allahu Akbar,” itulah sekiranya pekikan yang di gaungkan Bung Tomo tanggal 10 November 1945, di sela-sela pidato penyemangatnya di Radio RRI Surabaya yang mampu memecut semangat arek-arek Suroboyo untuk menyambut serangan dari sekutu yang membonceng tentara Belanda.

Peperangan yang disebabkan tewasnya Jendral Malaby dari sekutu laknatullah ‘alaih di mana tidak pernah ada jendral sekutu di perang dunia II saat itu yang terbunuh, melainkan di bumi nusantara. Kisah heroik yang harusnya menjadi pembelajaran yang penting bagi pemuda-pemuda Islam yang sekarang lebih sibuk dengan dugem, happy hour, narsis dan lain sebagainya.

Di detik-detik Ramadhan yang terus berdenting, banyak manusia terutama pemuda yang menyisihkan waktu hidupnya untuk ikhlas berjuang untuk orang lain. Mungkin, kita hanya mampu melihatnya di layar kaca itu pun karena ada pujian dan hadiah yang diberikan oleh stasiun TV atau sponsor acara tersebut. Sejatinya, kita sebagai anak bangsa harus mampu bekerja produktif dengan ikhlas sebagai pondasi dasar perjuangan di pelbagai kehidupannya.

Slogan yang di lontarkan Bung Karno sebagai founding father kita yaitu “JAS MERAH” (Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah) merupakan ungkapan yang tepat bagi merevolusi gaya berpikir pemuda Indonesia saat ini. Bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak melupakan sejarah bangsanya sendiri.

Islam pun mengajarkan demikian, yaitu perjuangan atau jihad dimana Ibnu Abbas Radhiallahu ‘anhuma mengartikannya: “Mencurahkan kemampuan karena yakin pada Allah serta tidak takut terhadap celaan orang yang suka mencela.” Karenanya, perjuangan Indonesia bukanlah hal yang biasa tapi hal yang luar biasa karena merupakan kristalisasi dari perjuangan para ulama dan kaum muslimin Indonesia.

Puncak perjuangan muslim Indonesia dalam upaya kemerdekaan Indonesia ternyata sangatlah nyata yaitu pada saat detik-detik proklamasi. Mungkin kita hanya mendengar tentang desakan para pemuda yang menculik Sukarno ke Rengasdengklok agar menyegerakan proklamasi kemerdekaan dari buku-buku sejarah di sekolah. Tapi sesungguhnya, Sukarno tetap tidak berani. Dikarenakan di dorong oleh K.H Hasyim Asy’ari lah akhirnya Sukarno mau memproklamasikan Negara Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 M atau bertepatan dengan 19 Ramadhan 1364 H.

Jelaslah tepat jika Ramadhan adalah Syahrul Jihad atau Bulan Perjuangan, dan sebagai balas jasa kaum muslimin, Sukarno kemudian membangun Mesjid Syuhada di Yogjakarta. Tak hanya itu, pemimpin tentara PETA dari 68 batalyon pada saat itu bukan hanya terdiri dari perwira melainkan para ulama. Jadi, dimanakah anda wahai pemuda Islam? Jika sejarah telah menorehkan tinta kecemerlangan Kemerdekaan negara kita, apa yang kita tunggu untuk membangun bangsa ini menuju keperbaikan yang nyata.

Bukan hanya fisik dan intelektual yang akan kita susun tapi membangun peradaban bangsa dengan memulai membangun ruhiyah dengan terus bersemangat dalam ber-Islam di setiap sendi-sendi kehidupan. Hal ini akan mengantarkan kita menjadi bangsa yang besar yang masyarakatnya mencintai Allah dan Allah pun tentunya akan mencintai kita.

“Maka janganlah kamu mengikuti orang-orang kafir dan berjihadlah terhadap mereka dengn Al-Qur’an degan jihad yg besar,” (Qs. al-Furqan: 52).

Oleh :
Muhammad Haden Aulia Husein
Ketua Divisi Kajian Strategis
GEMA KEADILAN Kota Cimahi

Selasa, 19 Juli 2011

PEMUDA DALAM PERJUANGAN


  
Oleh : BRYAN AGA MURIDA






Pemuda.!!!
Pemuda adalah suatu umur yang memiliki kehebatan sendiri,menurut DR.Yusuf Qardhawi ibarat matahari maka usia muda ibarat jam 12 ketika matahari bersinar paling terang dan paling panas.Pemuda mempunyai kekuatan yang lebih secara fisik dan semangat bila dibanding dengan anak kecil atau orang-orang jompo.Pemuda mempunyai potensi yang luar biasa,bisa dikatakan seperti dinamit atau TNT bila diledakan.Subhanallah.
Sejarah pun juga membuktikan bahwa pemuda berperan penting dalam kemerdekaan.Dimana saja,di negara mana saja kemerdekaan tak pernah luput dari peran pemuda.Karena pemudalah yang paling bersemangat dan ambisius memperjuangkan perubahan menuju lebih baik.Hasan Al Banna seorang tokoh pergerakan di Mesir pernah berkata,"Di setiap kebangkitan pemudalah pilarnya, di setiap pemikiran pemudalah pengibar panji-panjinya."Begitu juga dalam sejarah Islam,banyak pemuda yang mendampingi Rasulullah dalam berjuangan sperti Mushaib bin Umair ,Ali bin Abi tholib,Aisyah dll.Waktu itu banyak yang masih berusia 8,10 atau 12 tahun.Dan usia-usia itu tidak dapat diremehkan.Mereka punya peran penting dalam perjuangan.Maka dari itu jika ingin Indonesia menjadi lebih baik maka perbaikan itu yang utama ada di tangan pemuda,Perbaikan itu akan tegak dari tangan pemuda dan dari pemuda.
Pemuda mempunyai banyak potensi.Akan tetapi jika tidak dilakukan pembinaan yang terjadi adalah sebaliknya.Potensinya tak tergali,semangatnya melemah atau yang lebih buruk lagi ia menggunakan potensinya untuk hal-hal yang tidak baik misalnya tawuran dsb.
Sekali lagi ,pemuda adalah usia dan sosok yang hebat tapi tidak semua pemuda hebat . Pemuda yang hebat adalah pemuda yang B A B.:Apa itu B A B?

B.BERANI BERMIMPI DAN BERNIAT
Mana mungkin kita sebagai pemuda bisa maju jika bermimpi saja tidak berani.Impian adalah cita-cita maka beranilah bermimipi,bagaimana bisa dapat nilai sembilan dalam ujian praktek ,bila bermimipi angka sembilan ada di raport saja tidak berani, bagaimana bisa dapat nilai sembilan jika mimpinya (cita-citanya) hanya dapat 6.Kalau ingin dapat nilai sembilan maka impikanlah nilai sepuluh.Saya pasti bisa dapat 10.impikan saja,bayangkan saja 10 jangan 9,8 apalagi 5.Impian akan menimbulkan niat ,niat akan menimbulkan sikap,sikap akan menimbulkan usaha untuk mewujudkan cita-cita .Dan impian juga akan menimbulkan semangat ,semangat ibarat api yang akan memicu ledakan potensi yang luar biasa.Maka marilah kita miliki impian,obsesi dan ambisi istilah kerennya POENYA TASTE hehe sperti iklan aja.
Niat .Niat saja tidak berani bagamana bisa berbuat.Niat saja mulai sekarang ,tapi yang baik-baik.Sabda Nabi,"segala sesuatu itu tergantung niatnya.Pemuda harus punya niat. Niat menumbuhkan kesungguhan dalam beramal,keseriusan dalam berfikir serta keteguhan dalam menghadapi penghalang. Niat yang sempurna adalah niat karena Allah dengan landasan iman. Rasulullah bersabda dalam sebuah hadist dari Umar bin Khatab bahwa barang siapa berhijrah karena Allah dan Rasul-Nya maka hijrahnya untuk Allah dan Rasul-Nya,barang siapa berhijrah untuk dunia yang ia cari atau wanita yang akan dinikahi maka hijrahnya untuk yang ia niatkan. Dengan niat karena Allah kita akan mendapat ridho-Nya Insya Allah.

A.ANDALKAN DIRI SENDIRI
Pemuda yang hebat bukan pemuda yang berkata,"Ayah ku polisi lho,jangan macam-macam sama aku" atau "ayahku kaya ,aku minta apa-apa pasti dituruti." Bukan seperti itu, tapi pemuda yang hebat dan berjiwa besar adalah pemuda yang berkata,"inilah diri" atau " menjadi diriku dengan segala kekurangan" kayak nasyidnya es coustic.Pemuda yang hebat adalah pemuda yang tidak menyombongkan prestasi ayahnya,pamannya,ibunya atau lain-lain. Mereka sadar,andaikata ayah mereka polisi mereka sadar yang polisi kan ayah bukan saya,klo ayah mereka pejabat yang berprestasi mereka sadar itu prestasi ayah buka saya,saya harus ciptakan prestasi sendiri.
Jadilah mereka pemuda yang mandiri, dengan kemandirian itu ia terpacu untuk tidak menggantungkan diri pada siapa pun kecuali Allah ,ia menjadi yang tangguh,ia berusaha memacu dirinya menjadi lebih baik dari hari ke hari sampai akhirnya ia bisa merubah lingkungannya. Ia menjadi pemuda yang percaya diri.

B.BERANI BERBUAT
Jika sudah punya mimpi dan percaya akan kemampuan sendiri maka yang berikutnya ialah siap action.Yup berbuat,berani untuk melakukan aksi-aksi perubahan.
Merubah diri sendiri dengan mengendalikan hawa nafsu,mencari ilmu, memperbaiki ibadah.Berani mencoba untuk sebuah kemenangan tanpa takut gagal.Ingatlah bahwa kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda.Thomas alfa Edison berhasil menemukan bola lampu pada percobaan ke 14.000, berarti dia telah gagal dalam 13.999 percobaan,tapi dia tidak menyerah.Berani mencoba, bagaimana mungkin akan menang lomba lari jika mencoba mendaftar lomba saja tidak berani. Berani memulai. Memulai adalah hal yang sulit kata sebagian orang , setelah itu akan berjalan lancar.Maka kita harus berani memulai,walaupun sulit coba dulu,Insya Allah berikutnya berhasil.Mulai dari yang kecil ,ingin membersihkan Yogya dari sampah? mulailah dengan kita membuang sampah pada tempatnya.Tidak perlu ditunda-tunda mulai dari sekarang, tidak perlu menunggu orang lain mulai dari diri sendiri saja.
Berani beraksi adalah wujud konsisten kita pada apa yang kita yakini,kita impikan.Kita memimpikan Indonesia menjadi lebih baik maka berani beraksi untuk perbaikan tersebut sesuai dengan kreativitas kita adalah hal yang hebat. Dari yang kecil tidak masalah. Yang penting kita berani.Tatap dunia , hadapi, jangan bersembunyai, jangan hanya bicara tapi berbuat,beramal.Kita tunjukan bahwa kita pemuda , kita tidak diam tapi bergerak menuju perbaikan yang lebih baik.Bahwa kita tidak duduk, tapi kita berjuang.Talk less to do more.
Sahabat-sahabat kita adalah pemuda,masa depan negeri ada ditangan kita,Perubahan ada di tangan kita mari kita mencari ilmu ,membina diri dengan sekolah yang tekun ,ikut mentoring untuk memperkokoh keyakinan,ikut kajian kemudian membina fisik agar sehat dan kuat.Agar kita bisa mengelola dan merubah masa depan.

Sumber: www.dudung.net

Senin, 18 Juli 2011

Gema Keadilan Membidik Pemuda Pengangguran


BANDUNG,(PRFM) - Ketua Gerakan Persaudaraan Pemuda (Gema) Keadilan Jawa Barat, Imam Budi Hartono, berjanji akan membantu pemuda pengangguran di wilayah Jabar. Menurut Imam, organisasi yang berinduk pada Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut akan
menyusun program untuk mewujudkan visinya itu.
Imam menuturkan langkah konkret program tersebut berupa pembukaan lapangan kerja baru. Selain itu, kata Imam pihaknya juga akan melakukan kerjasama dengan berbagai lembaga untuk membantu para pemuda pengangguran. Imam mencontohkan industri, BUMD, dan dinas-dinas yang terdapat di Jawa Barat sebagai lembaga-lembaga yang dapat diajak bekerjasama.
“ Kita mencoba mengatasi pengangguran, karena memang sebagian besar masalah pemuda adalah masalah tenaga kerja,” kata Imam dalam konferensi pers di salah satu restoran di Bandung pada Kamis (14/7).
Menurut Imam, Gema Keadilan akan menyediakan berbagai bidang pekerjaan seperti wiraswasta, outsourcing , dan pegawai perusahaan. Adapun, penetapan target pengangguran , lanjut Imam akan ditetapkan saat musyarawah kerja.
Menurut Imam Gema Keadilan juga memiliki misi untuk mengangkat peran gerakan pemuda di Jabar. Imam berharap pelantikan pengurus Gema Keadilan periode 2011-2015 akan menjadi momentum kebangkitan gerakan pemuda Jabar.
“Kita akan membantu OKP (Organisasi Kepemudaan) di Jawa Barat supaya integritas antar organisasi pemuda ini bisa berjalan dengan baik, sehingga pemuda akan terangkat namanya sebagai salah satu pilar pembangunan di Jawa Barat,” ujar Imam yang juga anggota komisi D DPRD Jabar. (YA)

Senin, 11 Juli 2011

SAAT RAGU MENYERANG AMAL

Imam Al Ghazali dalam kitab Minhaajul ‘Aabidin mengungkapkan, Katakan kepada nafsumu: “Hai nafsu, sanjungan dan ungkapan terimakasih Allah lebih baik dari pada sanjungan yang diberikan oleh makhluk-makhluk yang lemah dan bodoh. Mereka tidak mengetahui derajat amalmu serta apa saja yang kau rasakan di dalamnya. Mereka tidak memenuhi hak-hak yang semestinya kau peroleh dengan amalmu. Bahkan kadang-kadang mereka lebih mengutamakan orang-orang yang memiliki derajat di bawahmu dengan memberikan seribu derajat; menyia-nyiakanmu saat engkau sedang sangat membutuhkan mereka serta melupakanmu.“

Sungguh,ungkapan ini seharusnya menjadi teguran akan nilai keikhlasan diri yang dirangkaikan dalam cerita drama kehidupan yang seharusnya mendalam dan tegas. Merenungi pribadi diri yang mungkin selama ini masih berkutat dengan pertanyaan “Apakah saya ikhlas dalam amal ini?” atau “Apakah saya ikhlas menerima cobaan ini?” Ingatlah, ketika hati ragu untuk memutuskan dan jiwa gentar untuk menegaskan, sesungguhnya setan sedang bermain di keragu-raguan. Sadarlah segera untuk mengembalikan khittoh diri sebagai hambanya yang mukhlish, yang bersegera menyeru panggilan-Nya tanpa peduli atas imbalan apa yang akan di dapatkan dari-Nya. Segera kubur semua keraguan, baik bisik teman yang memupuk kecintaan dunia, sahabat yang menenggelamkan keimanan hingga kekasih yang mampu membuat jiwa melupakan-Nya. Jika kita melepaskan semua jubah keraguan yang dibalut dengan ribuan puji untuk pribadi kita yang hina, yang meninggikan pikiran sampai ujub diri terasa maka ini akan menghantarkan kita menjadi penolong agama Allah yang Utama (Hawariyyun).

Cukup jelaslah bagi kita Allah SWT mengajarkan doa yang mampu merayu-Nya mengijabah pinta yang penuh keikhlasan dan ketakwaan. “Ya Robb kami, terimalah amal kami, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui, “ QS Al Baqarah: 127.

Janganlah terganggu untuk melakukan suatu amal sholeh, jangan merasa risih jika ada kritikan dalam perbuatan baik, dan jangan merasa runtuh dikala ada rintangan terjal yang menghalangi dalam menempuh panggilan-Nya. Cukuplah Allah yang menjadi sandaran dan tujuan kita dikala banyaknya riak-riak ujian yang menghalangi. Hanyalah Allah, tempat seharusnya kita meminta akan kekuatan diri untuk beristiqomah dalam perjuang mahabbah kepada-Nya. Fokuskan semua kemampuan diri untuk mendapatkan pemberian-Nya yang mulia baik di dunia maupun di akhirat. Adakah hadiah yang lebih mulia dari pada yang diberikan oleh penguasa alam semesta?

Saudaraku, mari kita susun kembali mahligai cinta yang Allah berikan kepada kita. Dengan menegaskan kembali kepada diri bahwa “Ini adalah kebaikan, aku tidak ragu dan tidak akan jemu untuk mengamalkannya.”Yakinlah semua amalan kebaikan ini akan mudah jalannya karena rahmat Allah begitu dekat dan nyata bagi hamba-Nya. Inilah pembuktian diri sebagai seorang hamba Allah dan khalifah di dunia ini. Karena pahala atas amalan seorang hamba yang berkeyakinan teguh ini menurut Sayyidina Ali ra. “Pahala amal yang diterima oleh Allah tentu tidak akan berkurang, bagaimana mungkin amal yang diterima itu berkurang?“

Oleh:
M Haden Aulia H
Ketua Kajian Strategis.
Gema Keadilan Kota Cimahi

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Dea Sunarwan | for Gema Keadilan Cimahi - Facebook Gema Keadilan Cimahi